Tips Memberikan Reward Kepada Karyawan


Bisnis anda bisa besar seperti sekarang ini tentu bukan hasil jerih payah anda sendiri. Ada bantuan dari tim dan karyawan anda yang ikut andil dalam membantu membesarkan bisnis anda.
Sekarang juga, anda harus mulai berfikir untuk meningkatkan omset dan produktifitas bisnis anda. Hal pertama yang ahrus anda lakukan adalah peduli, pastinya anda harus perduli terhadap tim dan karyawan anda, tidak dapat disangkal jika memang tenaga mereka sangat berpengarush terhadap pergerakan roda bisnis anda Betul apa betul?
Nah, memberikan reward kepada karyawan ini juga merupakan salahsatu cara kepedulian owner terhadap karyawannya, modusnya ini punya tujuan agar bisa meningkatkan produktivitas kinerja mereka juga lho. Kalau kinerja, mereka meningkat, pasti dong bisnis kta juga akan semakin meningkat, see?
Saya kasih contoh beberapa reward/insentif yang bisa anda berikan kepawa karyawan anda, antara lain:\
·        Memberikan makan siang gratis
·        Memperbolehkan karyawan pulang lebih awal jika kerjaannya sudah mencapai target
·        Boleh juga dia libur ketika hari kerja
·        Bisa juga dikasih voucher untuk menginap di hotel bersama kerluarga
·        Tiket pesawat PP ke Singapura
·        Liburan ke villa bersama tim/karyawan, dll/
Agar lebih seru dan lebih meingkatkan kinerja karyawan, maka insentif yang akan anda berikan itu harus menantang dan memiliki gengsi yang tinggi untuk dimenangkan, tapi ingat tantangan itu juga harus bisa dilakukan oleh semua karyawan. Dengan begitu iklim persaingan di internal bisnis anda akan tumbuh dan berkembang secara positif.
Yang bisa anda nilai dari kinerja karyawan anda, antara lain:
·        Dilihat dari perilakunya yang terbaik
·        Kedisiplinan yang terbaik
·        Kehadiran paling bersih
·        Best Achivement antara target dan aktual
·        Paling proaktif
·        Paling bisa memberikan service yang paling memuaskan.
Jika anda bingung ingin memberikan hadihnya berupa apa saja, saya sarankan begini saja:
1. Hadiah harus kreatif & menarik
2. Minta usulan ke tim, apa yg paling seru menurut mereka
3. Pastikan ada seremonial saat hadiah diberikan
4. Buat plakat, piagam, atau sertifikat, agar mereka merasa spesial
5. Cara bermain harus jelas aturannya
6. Buat time bond jangka waktu
7. Hubungkan antara goal perusahaan dan Passion pribadi mereka
Nah, bagaimana, kebayangkan?
Semoga Bermanfaat :D
Terima kasih sudah membaca tulisan ini,
Semoga tulisan ini bisa memberikan manfaat dan inspirasi buat anda, dan saya juga doakan anda agar selalu sukses di dunia maupun akherat.
Sepatah dua patah kata teruntuk negeriku Indonesia.
Let’s Rock To The Highest Achivements !
Salam Hangat dan Jabat Erat

PORBIZZ

Cash Is Blood


Anda yang sedang menjalankan bisnis perlu berhati-hati dan waspada. Mungkin selama ini anda berfokus hanya pada omset, omset dan omset. Apapun caranya, apapun promosinya, yang penting omset harus meroket, omset harus melejti, omset harus meningkat.
Hal itu tidak lah salah juga, tapi AWAS!! Jangan terlalu fokus sama omset, ujungnya BAHAYA, FATAL!!!
Lho, kok gitu mas, seharusnya bagaimana dong?
Begini seharusnya lho ya, INGAT ni !!!
Pertama, ketika anda mendapatkan omset, maka pastikan juga apakah ada profitnya.
Kedua, Ketika anda mendapaktan profit, maka pastikan juga apakah ada cashnya.
Kenapa harus seperti itu?
Karena faktanya menunjukkan bahwa, omset yang tinggi belum tentu memiliki profit yang tinggi juga.
Faktanya juga bahwa, profit yang tinggi belum tentu memiliki cashnya juga lho.
Yang terpenting itu adalah cashnya !!
So, mulai sekarang fokuskan pikiran anda pada CASH.
          “Mas, omset, profit dan cash itu apa ya?”
 Oke, saya jelaskan jika anda belum bisa membedakan apa itu omset, proift dan cashflow.
Perhatikan baik-baik karena ini sangat penting lho yah.
Omset = Omset adalah pendapatan yang anda hasilkan dari penjualan produk/jasa yang anda tawarkan pada kurun waktu tertentu. Uang yang anda dapatkan tersebut belum dikurangi HPP dan biaya (listrik, air, gaji, perlengkapan dsb). Bisa dikatakan omset adalah laba kotor yang dihasilkan usaha anda.
Profit = jumlah uang yang anda hasilkan dari penjualan dalam periode tertentu yang sudah dikurangi dengan HPP dan biaya. Namun profit disini masih sebatas laporan keuangan saja, dan anda harus mengubahnya menjadi cash dan free cash.
Seringkali pelaku usaha beranggapan bahwa profit adalah berupa uang tunai atau cash. Padahal tidak demikian.
Cash = uang yang anda dapatkan dan masuk ke akun bisnis anda, dimana uang tersebut sudah dikurangi dengan biaya pengeluaran usaha.

Perlu diingat cash ini tidak bisa anda gunakan seluruhnya. Penggunaan cash yang tidak terkendali akan mengakibatkan runtuhnya usaha anda. Anda dapat membagi cash ini menjadi dua pos:
1. cash yang nantinya diputar untuk keperluan usaha
2. free cash atau income yang bisa digunakan untuk kebutuhan pribadi
Dengan membedakan antara cash dan free cash, maka perputaran roda usaha dan pemenuhan kebutuhan pribadi dapat berjalan seimbang. Dengan cash anda bisa menambah modal atau membeli perlengkapan baru untuk pengembangan usaha. Sedangkan free cash dapat anda gunakan untuk biaya sekolah anak, membeli kendaraan, liburan, atau pemenuhan kebutuhan pribadi lainnya.
Nah, bagaimana, kebayangkan?
Semoga Bermanfaat :D
Terima kasih sudah membaca tulisan ini,
Semoga tulisan ini bisa memberikan manfaat dan inspirasi buat anda, dan saya juga doakan anda agar selalu sukses di dunia maupun akherat.
Sepatah dua patah kata teruntuk negeriku Indonesia.
Let’s Rock To The Highest Achivements !
Salam Hangat dan Jabat Erat
PORBIZZ

Tangga Kesuksesan Perjalanan Bisnis Anda



Di dalam menjalankan aktifitas bisnis, ada beberapa tahapan atau tangga yang harus anda lewati agar anda bisa mencapai kesuksesan dan membesarkan bisnis anda.
Orang sukses mencintai proses.
Kalimat itu juga berlaku untuk para pengusaha, apapun bisnisnya, apapun usahanya, harus melalui prosesnya, proses menuju kesuksesan, jelas dong, bisnis itu butuh proses, tidak ada yang instan, artinya menjalankan bisnis agar sukses yaa harus bertahap. Anda jangan jadi orang yang suka terhadap sesuatu yang instan, karena sesuatu yang instan itu akan berakhir juga secara instan. Ga percaya? Silahkan boleh dicoba. Hehe
So, ketika anda membangun bisnis, anda harus melewati beberapa tahapan agar bisnis anda semakin kokoh dan kuat. Apa saja tahapan itu, berikut tangga bisnis yang pasti anda lewati:
1.    Starting.
Tahapan pertama Starting. Yang harus anda lakukan dalam tahpaan ini adalah mencari dan menemukan nilai yang tepat untuk produk dan bisnis anda. Inti dari tahapan ini adalah anda harus berfokus papda penjualan. Artinya, dalam tahapan ini yang anda lakukan adalah berjualan saja dulu deh. Kalau jualannya laku dan laris, maka artinya cashflownya bagus.
2.    Running
Tahapan yang kedua adalah Running. Pada tahapan ini anda harus sudah mulai memikirkan bagaimana caranya merekrut karyawan, mengelola karyawan, memperbanyak SDM. Dengan semakin banyaknya karyawan yang bekerja untuk bisnis anda, maka anda pun harus bisa mensistemasi bisnis anda dengan benar, agar para karyawan yang sudah anda rekrut bisa bekerja sesuai SOP dan perintah anda.
3. Growing
Tahapan terakhir adalah Growing. Pada tahapan ini anda akan memulai untuk membuk cabang baru dan menduplikasi bisnis anda. Nah pada tahapan inilah anda sudah bisa melakukan ekspansi bisnis. Makin banyak cabang yang anda dirikan, makin sukses. Artinya anda bisa santai diam dirumah dan membiarkan para karyawan bekerja untuk kita. Enak tho !!
Yang jadi pertanyaan besar saya adalah, sudah sampai sejauh mana aktifitas bisnis yang anda lakukan? Jangan stagnan, statis, diam ditempat. Jika saat ini masih dalam tahap Starting, segerakan untuk melalui tahapan berikutnya. Tingkatkan terus kemajuan bisnis anda, karena dengan begitu anda akan bisa membantu banyak orang dengan mempekerjakan mereka di bisnis anda. Oke siapp grak?!!
Semoga Bermanfaat :D
Terima kasih sudah membaca tulisan ini,
Semoga tulisan ini bisa memberikan manfaat dan inspirasi buat anda, dan saya juga doakan anda agar selalu sukses di dunia maupun akherat.
Sepatah dua patah kata teruntuk negeriku Indonesia.
Let’s Rock To The Highest Achivements !
Salam Hangat dan Jabat Erat
PORBIZZ

PENTING:
·        Jangan merekrut karyawan terlalu banyak ketika anda memulai bisnis. Karena diawal bisnis anda belum tentu sepenuhnya mendapat keuntungan. Jika terjadi kerugian, lantas siapa dong yang harus menggaji para karyawan anda? Ingat, gaji itu pasti, omset bisnis anda di awal-awal itu belum pasti (stabil). Tapi boleh kok rekrut karyawan di awal-awal, itu pun kalau anda siap menghadapi kebangkrutan. Hehee. NEXT !!!
·        Ini juga jangan anda lakukan ketika masih berada di awal-awal bisnis, jangan melakukan sistemasi. Kok begitu? Karena bisnis anda kan abru buka, jika langsung disistemasi ujungnya akan gagal. Mensistemasi bisnis diawal sama saja mensistemasi awal kebangkrutan.
·        Jangan sampai buka cabang terlalu cepat, sebelum benar2 stabil secara Cashflow, SDM, dan Sistem. Kenapa? Semakin cepat buka, semakin cepat tutup
Jangan ingin cepat2 santai pas awal buka bisnis. Freedom di awal2 hanya akan membuat Anda benar2 Freedom, alias bisnis Anda almarhum (bangkrut).

Cara Berjualan Yang Benar


Coba sesekali anda ubah dulu persepsi tentang menjual !
Kalau diperhatikan lagi, aktifitas menjual itu sebenarnya adalah aktifitas yang pada hakekatnya membantu dan menolong si pembeli, setuju?
Tapi, terlepas dari hakekat itu, sepertinya kebanyakan orang sekarang melakukan aktifitas menjual itu hanya berharap uang, kaya raya, dan cepat laku. Hingga lupa esensi menjual yang sebenarnya itu seperti apa, jadi tidak heran kalau misalnya ada yang sering mengalami kesulitan atau bahkan marah-marah ketika jualannya selalu ditolak para customer.
“Terus, seharusnya gimana dong mas?”
Oke, saya kasih beberapa saran, disimak baik2 ya !
Pertama, anda harus memiliki rasa Percaya Diri yang kuat, percaya diri terhadap profesi anda sebagi penjual. Toh, prfesi sebagai penjual itu sangat mulia karena esensinya banyak menolong orang.
Kedua, anda harus Yakin dengan produk anda sendiri. Maksudnya? Yakinlah kalau produk anda itu benar-benar sangat bermanfaat terhadap mereka yang akan membeli produk anda itu.
Ketiga, anda harus Tahu apa yang benar-benar customer butuhkan/inginkan. Caranya? Ta gali dong kebutuhan & keinginan customer dengan cara BERTANYA, bukan dengan bercerita.
Saya kasih contohnya yah :
A: Mbak, pakaian yang seperti apa yg mbak inginkan?
B: Pakaian yg nyaman dipakai & akan membuat tubuhku ramping.
(Artinya: Tubuh yg ramping akan terlihat lebih indah. Tubuh yg indah akan membuat teman-temannya memujinya).
A: Coba yg ini mba. Ini sesuai banget dg kulit mbak...Warnanya juga membuat mba menarik. Mbak benar2 terlihat cantik!
B: Oke saya beli yg ini 
A: (Yes)! (dalam hati )
Bagaimana, sudah kebayangkan ??
Semoga Bermanfaat :D
Terima kasih sudah membaca tulisan ini,
Semoga tulisan ini bisa memberikan manfaat dan inspirasi buat anda, dan saya juga doakan anda agar selalu sukses di dunia maupun akherat.
Sepatah dua patah kata teruntuk negeriku Indonesia.
Let’s Rock To The Highest Achivements !
Salam Hangat dan Jabat Erat

PORBIZZ

Tehnik Sederhana Yang Bisa Meledakkan Omset Jualanmu




Tehniknya Sederhana, Efeknya Omset Meroket.
Tehnik yang sederhana tapi kok bisa menaikkan omset. Kok bisa yah?
Tehnik ini benar-benar sederhana, karena bahagia itu sederhana. *Eh.  
Skip, saya namakan tehnik yang super sederhana ini dengan sebutan:
“KEJUTAN”
Saya kasih contoh:
"Khusus utk Anda, saya berikan BONUS 'bla bla bla bla' senilai ' Rp xxxxx' secara GRATIS!. Tolong jangan cerita ke pelanggan lain"
"Saya akan menambahkan ekstra Powerbank utk setiap pembelian BB tipe 'xxxx'"
"Karena Anda sering belanja disini, kami tidak akan mengenakan Biaya Pengiriman, alias FREE Ongkir!"

Maksudnya apa ya?
Ketika calon customer sudah keliatan gelagatnya mau closing dan siap2 mau beli produk anda, Nah disaat itu coba anda berikan sesuatu yang tidak pernah ia duga sebelumnya. Berikan mereka KEJUTAN yang menyenangkan, bukan kejutan yang menyengsarakan. Hehe
Buat mereka berkata dalam hatinya:
"Wah, keren banget.. Saya harus beli ini sekarang".
Rumusnya juga sederhana lho,
BAHAGIA = EKSPEKTASI + 1
Ketika mereka mau membeli produk anda, mereka punya Ekspektasi atau harapan tentang produk anda itu kan. Nah, sekarang tugas Anda adalah menambahkan satu hal sederhana yg membuatnya Semakin Bahagia. Ini sangat berguna lho. Efeknya parah. Efeknya kalau mereka sudah Bahagia, bisa Viral, WOM, ngomong kemana2, terjadi deh selling by mouth. hehe
Ingat, tujuan Anda Selling tidak hanya Closing, tapi juga memastikan pembeli balik lagi + mereferensikan produk Anda ke teman2nya. 
Karena itu, Anda perlu Memuaskan + MEMBAHAGIAKAN Customer Anda. Salah satunya adalah dengan menggunakan teknik sederhana ini.

Selamat mencoba ya :)
Sepatah dua patah kata teruntuk negeriku Indonesia,
Saya doakan anda sukses selalu di dunia dan akherat.
Let’s Rock To The Highest Achivement
Salam Hangat dan Jabat Erat
PORBIZZ

Jual Diri Dulu Sebelum Jualan Produk


Saya membuat judul diatas secara sadar. Sebelum melakukan aktifitas jual produk untuk kepentingan bisnis anda, lebih baik jual diri terlebih dahulu. Camkan perkataan saya ini ya !
“You Have To Sell Yourself Before You Sell Your Product”
Dan mulai sekarang, Anda wajib Meyakini hal tersebut. Jadikan itu sebagai prinsip dalam kegiatan penjualan anda.
Pasti anda bertanya?
“Ini maksudnya Jual Diri apa, emangnya saya cowok/cewek apaan ahrus jual diri”
Tenang, jual diri disini bukan maksud harus jual diri dalam arti negatif. Bukan itu. BUKAN!
Maksudnya adalah jika anda bisa sangat percaya terhadap diri sendiri, maka ketika menjual produk nantinya tidak akan mengalami kesulitan.
Kepercayaan terhadap diri sendiri, akan menjadi cerminan bagi kepercayaan org lain thd anda juga lho. Dan bisnis itu soal kepercayaan. Orang lain bisa percaya terhadap pribadi anda, penjualan pun akan terasa gampang. Yakin deh.
Percaya diri sendiri sama artinya dengan keyakinan terhadap diri sendiri. Dan keyakinan itu juga merupakan salah satu unsur penting dalam kegiatan penjualan. Jadi, besar kecilnya pendapatan itu dipengaruhi keyakinan juga lho. Besar kecilnya omset dan pendapat, tergantung dari keyakinan anda.
Coba tanyakan pada diri anda dengan sebuah kalimat berikut:
"Apakah aku mau membeli produkku sendiri seandainya aku punya uang?"
"Dan apakah aku bersedia membeli dengan nilai yg aku tawarkan?"
Jika jawaban anda dengan tegas mengatakan YA terhadap dua pertanyaan tadi, maka cukup menunggu waktu yang pas dimana orang lain juga akan mempercayai terhadap apa yang anda percayai. Yakini dan percayai bahwa cepat atau lambat akan ada orang yang membeli dari anda. Mereka akan membeli produk anda karena sesuatu dalam diri Anda, yaitu Keyakinan Anda.
Siap?
Pahami?
Lalu Praktekkan!!!
Sepatah dua patah kata teruntuk negeriku Indonesia
Saya doakan anda selalu sukses dunia akherat.
Salam Hangat,
Porbizz #JabatErat